Hai,
Apa kabar kamu disana?
Bagaimana kabar keluargamu?
Desember,
Kembali lagi pada bulan ini,
ingatkah kamu kejadian setahun lalu?
Oh, mungkin tidak. Mungkin itu
hanya kejadian sepele untukmu.
Tapi tidak untuk aku.
Dua tahun belakangan ini, aku menemukan
seseorang, mulai menyukai seseorang, dan kemudian aku tersadar...
Aku mencintainya.
Ya, aku mencintai kamu.
Aku pikir, dengan ratusan jarak
yang memisahkan kita, aku bisa dengan mudah melupakanmu.
Aku pikir, aku bisa dengan cepat
mendapatkan seseorang penggantimu.
Namun, sepertinya tidak.
Aku malah semakin memikirkanmu
Disetiap malamku, aku berharap bisa
bertemu kamu lagi, mendengarkan cerita-cerita lucumu, melihat senyum renyah
itu.
Disetiap hujan, aku berharap, kau yang ada didekatku, menghangatkanku dengan senyummu.
Tapi, kau tak kunjung mengetahui apa isi hatiku?
Bagaimana perasaanku padamu?
Dan kau memang tak mau tau, bukan?
Lantas, aku harus berbuat apa?
Terus berharap? Tapi itu sangat sakit ya dirasa, terus berharap, menunggu, tapi tak jelas apa yang ditunggu.
Apa aku harus jujur padamu?
Namun, aku tidak punya cukup keberanian untuk melakukannya.
Aku hanya bisa diam, diam, dan terus diam dalam rasa sakit ini, dan berharap, suatu hari engkau 'akhirnya' akan mengetahui rasa ini.
Love,
Dzauqulazali :")
Tidak ada komentar:
Posting Komentar