Keesokan harinya...
Jam Pelajaran Ekonomi....
"Jadi, APBN adalah suatu daftar yang berisi tentang rencana.........Loh, Aldi, keapa kamu gak mencatat, hah? sudah pintar kamu, sini kamu maju kedepan!!!" kata bu Tiara dengan nada tinggi.
Aldi yang tadinya tiduran di meja, langsung bangun dan maju ke depan.
"Mmmm, anu Bu, mmm, pulpen saya gak ada" jawab Aldi.
"Halah, alasan saja kamu, kamu emang males kan!!! Sana keluar! Gausah ikkut pelajaran saya!" bentak bu Tiara.
"Tapi, Bu....." kata Aldi. "Gak ada tapi tapian, keluar sekarang atau saya yang akan meninggalkan ruangan ini" kata bu Tiara.
"Jangan, bu, jangan, yasudah saya aja yang keluar, permisi, Bu" kata Aldi memelas.
Akhirnya Aldi keluar kelas dengan langkahnya yang gontai.
"Ah, sialan, siapa sih yang ngilangin tempat pensil gue, ah gila, tega banget" kata Aldi dalam hati
###
Bel istirahat pun berbunyi. Dengan perasaan bersalah Risa mencari-cari dimana Aldi berada, sampai akhirnya dia menemukan Aldi sedang duduk di pinggir taman sambil melamun.
"Di....." kata Risa pelan.
Merasa ada yang memanggilnya, Aldi pun menoleh "Ngapain lo kesini? Belom puas lo bikin gue sengsara hari ini, bikin malu gue? Belom puas? Lo mau ngapain lagi? Mau buat gue di skorsing? hah?!" kata Aldi.
"Aldi.... Gue kesini mau minta maaf, gue gak ada maksud. Gue cuma bercanda kok. Maafin gue ya" kata Risa.
"Bercanda? Waw, hebat banget lo ya, setelah lo bikin gue keluar dari kelas, lo masih bilang lo bercanda? Gila lo ya" kata Aldi sinis.
"Tapi, Di, gue mau minta maaf sama lo, gara-gara sikap bodoh gue, lo jadi dihukum gitu" kata Risa dengan mata yang mulai berair.
"Iya, Lo emang BODOH!!!" Aldi mempertegas ucapannya. "Mulai sekarang, gausah deh lo ganggu-ganggu hidup gue lagi, gue udah muak ya berantem terus sama lo, bikin bencana taugak?! Sana deh lo pergi jauh-jauh, males gue liat muka lo" kata Aldi dengan emosi membara.
"Aldi, maafin gue...." Risa mulai terisak.
"Gausah deh ya lo sok sok nangis di depan gue, benci gue liatnya. Sana pergi!!! Ngerti Bahasa Indonesia gak sih?!" bentak Aldi.
Risa pun berlari ke kelas meninggalkan Aldi sambil terus menangis dan menyesali perbuatan konyolnya. Sesampainya di kelas, Elsa langsung menghampiri sahabatnya yang sedang menangis itu.
"Ris, lo kenapa? Siapa yang bikin lo nangis kayak gini? Aldi ya? Kenapa dia?" tanya Elsa.
"Sa, gue bodoh banget ya? Dia marah banget sama gue sekarang, gue harus gimana dong?" tanya Risa.
"Lo udah minta maaf?' tanya Elsa. "Udah,Sa, tapi ya gitu, dia benci banget sama gue kayaknya" jawab Risa.
"Mungkin dia lagi emosi kali, udah diemin aja dulu" kata Elsa.
"Gitu ya? Yausah deh gue coba" kata Risa.
Berhari-hari, berminggu-minggu, hingga berbulan-bulan, Aldi masih mengacuhkan Risa, tak ada lagi percakapan, atau ulah usil mereka satu sama lain. Sampai akhirnya, Risa memberanikan diri untuk sms Aldi.
R : Aldi?
A : Ya, ini siapa?
R : Risa, Di.
A : Oh, elo, kenapa?
R : Gue mau nanya sama lo, lo masih marah sama gue ya?
A : Oh enggak kok tenang aja
R : Masa?
A : Iya serius
R : Terus kenapa lo nyuein gue terus?
A : Nyuekin? Ah enggak, perasaan lo doang kali.
R : Yaampun, Di, serius, gue minta maaf, kita kayak biasa aja yaaa...
A : oke
R : Oh iya, satu lagi, Happy Birthday
A : Thanks
Libur sekolah pun usai, ketika memasuki kelas barunya, Risa sangat kaget karena dia sekelas lagi dengan....Aldi, betapa bahagianya Risa saat itu.Namun, dia masih merasakan perbedaan di dalam diri Aldi. Sepulang sekolah, dia menemui Aldi.
"Aldi!!!" panggil Risa. "Kenapa?" tanya Aldi dingin.
"Gue mau nanya sama lo, lo waktu itu bilang sama gue gak marah kan? Kenapa masih ngediemin gue sih? gue salah apa?" tanya Risa.
"Gak gitu, Ris, gue gak marah sama lo, gue cuma lagi bingung, gue banyak masalah" jawab Aldi.
"Lo kenapa, Di?" tanya Risa lagi. "Bokap Nyokap gue......cerai Ris" kata Aldi.
"Hah? Yang bener lo? Kok lo gak cerita?" tanya Risa.
"Belom ada waktunya, Risa" jawab Aldi singkat.
"Maafin gue ya, di, gue terlalu egois, mentingin urusan gue sendiri, gue gak tau lo lagi ada masalah, maaf banget ya" kata Risa memohon.
"Iya, iya, gapapa kok Ris" jawabnya sambil melontarkan senyum manis ke Risa.
"Terussss, sekarang kita baikan kan?" lirik Risa.
"Iyaaaa, pendeeeeek!!!! Hahahaha" ledek Aldi
"Ih, jahat banget kan kan baru juga baikan udah ngajak ribut lagi, liat lo ya besok hahaha" kata Risa sambil menyubit Aldi.
Aldi meringis kesakitan dan berlari. Semenjak hari itu, mereka sudah tidak pernah bertengkar lagi, dan mereka saling membantu satu sama lain dan mereka pun menjadi sahabat.
TAMAT.